| Home | Profile | Galery |

Membangun Keluarga Sakinah

Category: Religi - Ama @ 01.22.06 | 7:39 pm

Mempunyai keluarga yang sakinah menjadi idaman setiap orang. Kenyataan menunjukan banyak orang yang merindukan rumah tangga menjadi sesuatu yang teramat indah, bahagia, penuh dengan berkah. Kenyataan pun membuktikan tidak sedikit keluarga yang hari demi harinya hanyalah perpindahan dari kecemasan kegelisahan, dan penderitaan. Bahkan tidak jarang diakhiri dengan kenistaan, percerian, dan juga derita.

Mengapa ini bisa terjadi? Ternyata merindukan keluarga yang sakinah mawaddah warahmah itu tidak asal jadi, yang hanya berbekal cinta dan harapan, tapi butuh kesungguhan. Mengerahkan segala kemampuan untuk mewujudkannya. Butuh kerja keras dan kemauan yang kuat untuk mewujudkannya.

Ada beberapa indikasi yang bisa menghantarkan keluarga menjadi keluarga yang bahagia. Pertama, dengan menjadikan keluarga yang ahli sujud , keluarga yang ahli taat, keluarga yang menghiasi dirinya dengan dzikrullah, dan keluarga yang selalu rindu untuk mengutuhkan kemuliaan hidup di dunia, terutama mengutuhkan kemuliaan di hadapan Allah SWT kelak di surga. Jadikan berkumpulnya anggota keluarga di surga sebagai motivasi dalam meningkatkan amal ibadah.

Kedua, menjadikan rumah sebagai pusat ilmu. Pupuk iman adalah ilmu. Memiliki harta tetapi kurang ilmu akan menjadikan kita diperbudaknya. Harta dinafkahkan akan habis, ilmu dinafkahkan akan melimpah. Pastikan agar keluarga kita sungguh-sungguh untuk mencari ilmu. Baik ilmu tentang hidup di dunia maupun ilmu akhirat. Bekali anak-anak sedari kecil dengan ilmu dan jadilah orang tua yang senantiasa menjadi sumber ilmu bagi anak-anaknya.

Ketiga, jadikan rumah sebagai pusat nasihat. Kita harus tahu persis, semakin hari semakin banyak yang harus kita lakukan. Untuk itu kita butuh orang lain agar bisa melengkapi kekurangan guna memperbaiki kesalahan kita. Keluarga yang bahagia itu keluarga yang dengan sadar menjadikan kekayaanya saling menasehati, saling memperbaiki, serta saling mengkoreksi dalam kebenaran dan kesabaran. Setiap koreksian bahkan pujian yang diberikan oleh keluarga pada kita patut kita syukuri. Kenapa? Karena mereka adalah bagian terdekat kita, paling tahu keseharian kita seperti apa. Sehingga kritikan, koreksian, nasihat yang diberikan, dan bahkan pujian adalah lebih dekat pada keadaan diri kita yang sebenarnya.
Banyak orang yang terpedaya oleh pujian dari orang lain. Jika mendapat sanjungan dari guru sebagai murid teladan, itu penilaian semu, guru tidak tahu keadaan kita. Kalau kita mendapat penghargaan dari pemimpin, pemimpin tahu apa? Dia tidak tahu keseharian kita. Dengan demikian , kalau ingin mengukur penghargaan yang sebenarnya, lihat dari tanggapan orang yang paling dekat dengan kita. Kalau seorang suami bisa memuji atau seorang istri memuji suami, begitupun dengan seorang anak memuji orang tuanya, itu patut kita syukuri. Karena itu dekat dan tahu keseharian kita. Apabila sebuah keluarga mulai saling menasehati, maka keluarga bagaikan cermin yang akan membuat anggota keluarganya berpenampilan lebih baik, dan lebih baik lagi. Karena tidak pernah ada koreksi yang paling aman selain koreksi dari keluarga.

Keempat, jadikan rumah sebagai pusat kemuliaan. Pastikan keluarga kita sebagai contoh bagi keluarga yang lain. Berbahagialah jika keluarga kita dijadikan contoh teladan bagi keluarga yang lain. Itu berarti, masing-masing anggota keluarga senantiasa menuai pahala dari setiap orang yang berubah karena kita sebagai jalan kebaikannya. Saling berlomba-lombalah dalam memunculkan kemuliaan di keluarga.

Nah saudaraku, berambisilah untuk menjadikan keluarga kita penuh dengan limpahan karunia Allah. Ikhlaskan semua yang kita lakukan. Niscaya keridhaan Allah bersama kita. Amiin. Wallahu a’lam bishawab.

16 Comments »

  1. #   Comment by kanghadi — May 2, 2006 @ 3:49 pm


    Memang untuk menjadi sebuah keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah, bukanlah semudah membalik tangan. namun memerlukan perjuangan dan kesungguhan. Hampir semua keluarga tidak menyadari bagaimana menjadi sebuah keluarga yang samara. sebetulnya ada satu pondasi yang kadang terlupakan oleh mereka yang mau menikah ataupun yang sudah menikah, yaitu niat ketika akan mewujudkan sebuah keluarga. jadi, untuk mencapai keluarga yang samara, selain diperlukan perjuangan dan kesungguhan, juga diperlukan niat, bukan niat perorangan namun niat kedua orang yang akan mewujudkan keluarga samara.

    Subhanallah, sebuah tulisan yang bagus sekali. terima kasih sudah share tulisan ini.

    NB: Boleh aku link ya blognya?

  2. #   Comment by raderi — May 5, 2006 @ 6:21 am


    alhamdulillah,kalo tulisan ini bisa bermanfaat untuk semua.
    ternyata benar kang hadi, keindahan dan ketulusan harapan untuk menciptakan keluarga samara tak semudah mengedipkan mata. terjalnya jalan menuju kesana membutuhkan kesabaran yang lebih dan lebih. ujian demi ujian ketika perbedaan 2 insan itu semakin nyata, hanya keputus asaan yang selalu mengelilingi otak yang kosong. memang benar pernikahan tidak hanya bermodalkan cinta,niat dan usaha, tapi juga kedewasaan seseorang. di sini, kedewasaan seseorang sangatlah menjadi tumpuan akhir utk menghadapi cobaan rumah tangga. kedewasaan seseorang menjadi kunci keberhasilan menciptakan keluarga samara.
    kedewasaan juga lah yang menentukan akhir kehidupan pernikahan ini, apakah happy ending ataukah sad ending.
    makasih dah mo share di sini yah kang hadi, salam kenal.

  3. #   Comment by Ed — November 6, 2006 @ 5:38 pm


    Tulisan hebat!

    Assalamualaikum,
    Edhie.

  4. #   Comment by silfia k husni — April 3, 2007 @ 8:43 pm


    indah untuk dibaca direnungkan dan dijalankan..Insya Allah..kita semua diberi kekuatan untuk menjalaninya….kalau ada versi bahasa inggrisnya….aku dikirimin dong…thanks

  5. #   Comment by nisa — June 15, 2007 @ 12:31 am


    Assalamuailaikum
    terima kasih banyak atas tulisan nya karena sangat membantu semau orang yang ingin berniat menikah.semoga segala nya di niat kan karena Allah azza wa jalla.amien

  6. #   Comment by endah — June 15, 2007 @ 5:34 am


    Assalamu’alaikum..mbak, ijin kopi paste buat edumuslim.com ya..Makasih :) Insya Allah sangat bermanfaat :)

  7. #   Comment by Ais — January 8, 2008 @ 8:54 am


    ass, ijin copy yah buat bagi-bagi ilmu!

  8. #   Comment by rido — February 14, 2008 @ 10:38 am


    membina keluarga kan harus dengan kepercayaan dan menghormati,
    bagaimana cara untuk menjaga pandangan..
    saya sering sulit untuk menahannya, masih suka liat2 yang lain meskipun itu hanya sekedar melihat saja…mohon bimbingannya

  9. #   Comment by winia — May 1, 2008 @ 5:34 pm


    ass… bagus buat dibaca terutama buat aq yang lagi da masalah rumah tangga sekarang.tp hati saya dah sedikit lega.makasih bngt ya

  10. #   Comment by farauq alrasyid — January 11, 2009 @ 4:15 pm


    sungguh bwt saya jadi termotivasi,,
    saya seorang ikhwan yg ingin menikah muda,,

    tulisannya sangat membantu saya khususnya,,:)

  11. #   Comment by Sudarmadi (Adi) — February 9, 2009 @ 1:03 pm


    Assalamu’laikum Wr. Wb.

    Subhanallah…, ketika semakin banyak pribadi yang memiliki pandangan dan konsep jelas dalam berumah tangga, diiringi dengan ikhtiar maksimal serta ketulusan dan khusuk berdo’a kepadaNya dalam upaya mewujudkan bangunan keluarga sakinah, mawadah warohmah dalam hidupnya, niscaya bangsa ini akan dipenuhi oleh para insan mulia yang dapat mengembalikan izzah bangsa melalui keluarga. melalui keluarga tersebut akan dilahirkan genarasi penerus yang memiliki pengetahuan dan akhlak mulia. Jazakallah……

  12. #   Comment by Download Kajian — May 1, 2009 @ 8:38 am


    kalau tips dan trik dari ustadz yang pernah aku dengar diantaranya

    Nasihat bagi suami di dalam memberikan pendidikan bagi sang istri

    Anjuran bagi suami-istri untuk mengucapkan kata-kata yang baik dan indah

    untuk lebih lengkapnya bisa disimak di blog ane.
    jazakallah khairan.

  13. #   Comment by femilia — July 30, 2009 @ 8:41 am


    Assalamu’alaikum, mbak aku ijin copas ya…:)

  14. #   Comment by randy — August 1, 2009 @ 10:43 am


    Assalamualaikum.ana ijin copi yah untuk ane bwa ke rumah and ane kasih ke istri ane…jzk.

  15. #   Comment by Achtavisna — August 29, 2009 @ 1:01 am


    Alhamdulillah…..
    Ada hidayah buat saya disini.karena keluargaku sedang di uji..!!

  16. #   Comment by sherly — November 7, 2009 @ 3:48 am


    subhanallah tulisan ini sayangnya dalam rumah tangga sulit klo hanya satu pihak saja yg mau berubah.. dan pihak yg lain tetap kuat dengan pendiriannya.. karena ga semua orang mau berusaha untuk bs istiqomah bersujud kepada Allah.. dan gak semua orang mau menjaga lisan dikala bicara apalagi marah.. Subhanallah bahagialah bagi orang yg memiliki pasangan yg sadar untuk sujud kepada Allah dan mau menahan lisannya.. semoga dia juga bisa menahan pandangan dan hatinya.. dan bs menuju keluarga samara.. doakan keluarga saya semoga bisa kompak menuju keluarga samara.. walapun mungkn berat.. amin..

Leave a comment

Trackback | RSS Feed

Tag HTML allowed:
<b>, <i>, <a>, <p>, <font>.

Smileys icon:
smile  code  :)      pret  code  :P      lol  code  :lol:      sad  code  :(
wink  code  ;)      bigsmile  code  :D      mad  code  :x        :-o  code  :-o


Copyright by ndoweh @ 2005