<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
>

<channel>
	<title>Kedamaian Hati</title>
	<link>http://raderi.blogsome.com</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<pubDate>Sun, 22 Jan 2006 12:39:34 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>
	<language>en</language>

		<item>
		<title>Membangun Keluarga Sakinah</title>
		<link>http://raderi.blogsome.com/2006/01/22/membangun-keluarga-sakinah/</link>
		<comments>http://raderi.blogsome.com/2006/01/22/membangun-keluarga-sakinah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2006 12:39:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ama</dc:creator>
		
	<category>Religi</category>
		<guid>http://raderi.blogsome.com/2006/01/22/membangun-keluarga-sakinah/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Mempunyai keluarga yang sakinah menjadi idaman setiap orang. Kenyataan menunjukan banyak orang yang merindukan rumah tangga menjadi sesuatu yang teramat indah, bahagia, penuh dengan berkah. Kenyataan pun membuktikan tidak sedikit keluarga yang hari demi harinya hanyalah perpindahan dari kecemasan kegelisahan, dan penderitaan. Bahkan tidak jarang diakhiri dengan kenistaan, percerian, dan juga derita.</p>

<p>Mengapa ini bisa terjadi? [...]</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mempunyai keluarga yang sakinah menjadi idaman setiap orang. Kenyataan menunjukan banyak orang yang merindukan rumah tangga menjadi sesuatu yang teramat indah, bahagia, penuh dengan berkah. Kenyataan pun membuktikan tidak sedikit keluarga yang hari demi harinya hanyalah perpindahan dari kecemasan kegelisahan, dan penderitaan. Bahkan tidak jarang diakhiri dengan kenistaan, percerian, dan juga derita.<br /><a id="more-41"></a></p>

<p>Mengapa ini bisa terjadi? Ternyata merindukan keluarga yang sakinah mawaddah warahmah itu tidak asal jadi, yang hanya berbekal cinta dan harapan, tapi butuh kesungguhan. Mengerahkan segala kemampuan untuk mewujudkannya. Butuh kerja keras dan kemauan yang kuat untuk mewujudkannya.<br /></p>

<p>Ada beberapa indikasi yang bisa menghantarkan keluarga menjadi keluarga yang bahagia. Pertama, dengan menjadikan keluarga yang ahli sujud , keluarga yang ahli taat, keluarga yang menghiasi dirinya dengan dzikrullah, dan keluarga yang selalu rindu untuk mengutuhkan kemuliaan hidup di dunia, terutama mengutuhkan kemuliaan di hadapan Allah SWT kelak di surga. Jadikan berkumpulnya anggota keluarga di surga sebagai motivasi dalam meningkatkan amal ibadah.<br /></p>

<p>Kedua, menjadikan rumah sebagai pusat ilmu. Pupuk iman adalah ilmu. Memiliki harta tetapi kurang ilmu akan menjadikan kita diperbudaknya. Harta dinafkahkan akan habis, ilmu dinafkahkan akan melimpah. Pastikan agar keluarga kita sungguh-sungguh untuk mencari ilmu. Baik ilmu tentang hidup di dunia maupun ilmu akhirat. Bekali anak-anak sedari kecil dengan ilmu dan jadilah orang tua yang senantiasa menjadi sumber ilmu bagi anak-anaknya.<br /></p>

<p>Ketiga, jadikan rumah sebagai pusat nasihat. Kita harus tahu persis, semakin hari semakin banyak yang harus kita lakukan. Untuk itu kita butuh orang lain agar bisa melengkapi kekurangan guna memperbaiki kesalahan kita. Keluarga yang bahagia itu keluarga yang dengan sadar menjadikan kekayaanya saling menasehati, saling memperbaiki, serta saling mengkoreksi dalam kebenaran dan kesabaran. Setiap koreksian bahkan pujian yang diberikan oleh keluarga pada kita patut kita syukuri. Kenapa? Karena mereka adalah bagian terdekat kita, paling tahu keseharian kita seperti apa. Sehingga kritikan, koreksian, nasihat yang diberikan, dan bahkan pujian adalah lebih dekat pada keadaan diri kita yang sebenarnya.<br />
Banyak orang yang terpedaya oleh pujian dari orang lain. Jika mendapat sanjungan dari guru sebagai murid teladan, itu penilaian semu, guru tidak tahu keadaan kita. Kalau kita mendapat penghargaan dari pemimpin, pemimpin tahu apa? Dia tidak tahu keseharian kita. Dengan demikian , kalau ingin mengukur penghargaan yang sebenarnya, lihat dari tanggapan orang yang paling dekat dengan kita. Kalau seorang suami bisa memuji atau seorang istri memuji suami, begitupun dengan seorang anak memuji orang tuanya, itu patut kita syukuri. Karena itu dekat dan tahu keseharian kita. Apabila sebuah keluarga mulai saling menasehati, maka keluarga bagaikan cermin yang akan membuat anggota keluarganya berpenampilan lebih baik, dan lebih baik lagi. Karena tidak pernah ada koreksi yang paling aman selain koreksi dari keluarga.<br /></p>

<p>Keempat, jadikan rumah sebagai pusat kemuliaan. Pastikan keluarga kita sebagai contoh bagi keluarga yang lain. Berbahagialah jika keluarga kita dijadikan contoh teladan bagi keluarga yang lain. Itu berarti, masing-masing anggota keluarga senantiasa menuai pahala dari setiap orang yang berubah karena kita sebagai jalan kebaikannya. Saling berlomba-lombalah dalam memunculkan kemuliaan di keluarga.<br /></p>

<p>Nah saudaraku, berambisilah untuk menjadikan keluarga kita penuh dengan limpahan karunia Allah. Ikhlaskan semua yang kita lakukan. Niscaya keridhaan Allah bersama kita. Amiin. Wallahu a&#8217;lam bishawab.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://raderi.blogsome.com/2006/01/22/membangun-keluarga-sakinah/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Rumah Tangga Yang Ikhlas (Oleh KH. Abdullah Gymnastiar)</title>
		<link>http://raderi.blogsome.com/2006/01/22/rumah-tangga-yang-ikhlas-oleh-kh-abdullah-gymnastiar/</link>
		<comments>http://raderi.blogsome.com/2006/01/22/rumah-tangga-yang-ikhlas-oleh-kh-abdullah-gymnastiar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2006 11:00:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ama</dc:creator>
		
	<category>Religi</category>
		<guid>http://raderi.blogsome.com/2006/01/22/rumah-tangga-yang-ikhlas-oleh-kh-abdullah-gymnastiar/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Saudaraku yang baik, rumah tangga yang terus-menerus meningkatkan ketaatannya kepada Allah, niscaya akan senantiasa dikaruniai oleh-Nya jalan keluar atas segala urusan dan masalah yang dihadapinya, misalnya: anak-anak kita membutuhkan biaya, tentunya Allah akan mencukupi mereka karena Dia Dzat yang Maha Kaya. Perampok, dan orang-orang zhalim saja diberi rezeki, bagaimana mungkin anak-anak kita dilalaikan-Nya? Suatu saat [...]</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saudaraku yang baik, rumah tangga yang terus-menerus meningkatkan ketaatannya kepada Allah, niscaya akan senantiasa dikaruniai oleh-Nya jalan keluar atas segala urusan dan masalah yang dihadapinya, misalnya: anak-anak kita membutuhkan biaya, tentunya Allah akan mencukupi mereka karena Dia Dzat yang Maha Kaya. Perampok, dan orang-orang zhalim saja diberi rezeki, bagaimana mungkin anak-anak kita dilalaikan-Nya? Suatu saat suami atau istri kita, hatinya keras membatu, otoriter, dan suka bertindak kasar, apa sulitnya bagi Allah membolak-balikkan setiap hati, sehingga mereka menjadi berhati lembut, baik, dan bijak.<br /><a id="more-40"></a></p>

<p>Masalahnya, apakah keluarga kita layak mendapat jaminan-Nya ataukah tidak? Kuncinya adalah bahwa rumahtangga yang selalu dekat kepada Allah dan sangat menjaga keikhlasan dalam beramal, itulah rumah tangga yang layak memperoleh jaminan pertolongan-Nya. Semakin suatu rumah tangga jarang shalat, enggan bersedekah dan menolong orang lain, malas melakukan amal-amal kebaikan, ditambah lagi berhati busuk, maka semakin letihlah dalam mengelola rumah tangga ini.<br /></p>

<p>Bila kita temukan beberapa kekurangan pada istri kita, bukan masalah, karena toh isteri kita bukan malaikat. Demikian pun kekurangan yang ada pada suami, janganlah sampai jadi masalah, karena suami pun bukan malaikat. Kekurangan yang ada untuk saling dilengkapi, sedangkan kelebihannya untuk disyukuri. Lain lagi, bagi yang berhati busuk, kekurangan yang ditemukan pada istri atau suami akan dijadikan jalan untuk saling berbuat aniaya.<br /></p>

<p>Subhanallah, ujian dan masalah rumah tangga memang akan datang setiap saat, suka atau tidak suka. Namun, bagi suami dan istri yang berhati bersih dan ikhlas, semua itu akan disikapi sebagai nikmat dari Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang. Karena, bagaimanapun dibalik setiap ujian dan masalah itu pasti terkandung hikmah yang luar biasa mengesankan, yang akan semakin meningkatkan, kedewasaan dan kearifan, sekiranya mampu menyikapi segalanya dengan tepat.<br /></p>

<p>Setiap saat ujian dan aneka masalah bukan tidak mungkin akan datang mendera rumah tangga dengan tiba-tiba. Bagaimana seorang suami atau seorang istri menyikapinya, ternyata tergantung dari satu hal, yakni qalbu! Terserah kita, apa yang akan kita lakukan dengan masalah itu? Mau dibuat rumit, perumitlah. Nanti kita sendiri yang akan melihat dan merasakan buahnya. Namun, mau dibuat sederhana juga, silakan sederhanakan, nanti kita pun akan melihat dan merasakan buahnya.<br /></p>

<p>Setiap masalah dalam rumah tangga bisa menjadi rumit dan bisa juga menjadi sederhana, tentu bergantung bagaimana kondisi yang kita miliki, yang akhirnya membuat kita harus memutuskan langkah bagaimana menyikapinya. Padahal, bagi kita kuncinya hanya satu : sesungguhnya tak ada masalah dengan masalah karena yang menjadi masalah adalah cara kita yang salah dalam menyikapi masalah.<br /></p>

<p>Oleh sebab itu, hati yang bersih adalah bekal utama yang harus dimiliki oleh para pelaku rumah tangga, setelah memiliki bekal ilmu, amal dan keiklasan. Bersih hati, tidak bisa tidak, akan menjadi senjata pamungkas dalam menyiasati serumit dan sesulit apapun masalah yang muncul dalam sebuah keluarga. Ujian dan persoalan hidup yang menimpa justru benar-benar akan membuat kita semakin merasakan indahnya hidup ini karena yakin bahwa semua itu merupakan perangkat kasih sayang Allah, yang membuat sebuah rumah tangga tampak semakin bermutu. Wallahu a&#8217;lam Bisshowab.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://raderi.blogsome.com/2006/01/22/rumah-tangga-yang-ikhlas-oleh-kh-abdullah-gymnastiar/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Apa Pantas Kita Berharap Surga?</title>
		<link>http://raderi.blogsome.com/2005/12/24/apa-pantas-kita-berharap-surga/</link>
		<comments>http://raderi.blogsome.com/2005/12/24/apa-pantas-kita-berharap-surga/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Dec 2005 02:15:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ama</dc:creator>
		
	<category>Renungan</category>
		<guid>http://raderi.blogsome.com/2005/12/24/apa-pantas-kita-berharap-surga/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Sholat dhuha cuma dua rakaat, qiyamullail (tahajjud) juga hanya dua rakaat,itu pun sambil terkantuk-kantuk. Sholat lima waktu? Sudah jarang di masjid, milih ayatnya yang pendek-pendek pula&#8230;Tanpa doa, dan segala macam puji untuk Allah, Dilipatlah sajadah yang belum lama tergelar itu. Lupa pula dengan sholat rawatib sebelum maupun sesudah shalat wajib. Satu lagi, semua di atas [...]</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sholat dhuha cuma dua rakaat, qiyamullail (tahajjud) juga hanya dua rakaat,itu pun sambil terkantuk-kantuk. Sholat lima waktu? Sudah jarang di masjid, milih ayatnya yang pendek-pendek pula&#8230;Tanpa doa, dan segala macam puji untuk Allah, Dilipatlah sajadah yang belum lama tergelar itu. Lupa pula dengan sholat rawatib sebelum maupun sesudah shalat wajib. Satu lagi, semua di atas itu belum termasuk catatan:&#8230;..<br />
&#8220;Kalau tidak terlambat&#8221; atau &#8220;Asal nggak bangun kesiangan&#8221;. Dengan sholat
model begini, apa pantas mengaku ahli ibadah?<br /><a id="more-39"></a></p>

<p>Padahal Rasulullah dan para sahabat senantiasa mengisi malam-malamnya&#8230;.dengan derai tangis memohon ampunan kepada Allah. Tak jarang kaki-kaki mereka bengkak oleh karena terlalu lama berdiri dalam khusyuknya. Kalimat-kalimat pujian dan pinta tersusun indah seraya berharap &#8230;. Allah Yang Maha Mendengar mau mendengarkan keluh mereka. Ketika adzan berkumandang, segera para sahabat meninggalkan semua aktivitas &#8230;. menuju sumber panggilan, &#8230;. kemudian waktu demi waktu mereka habiskan untuk bersimpuh&#8230;. di atas sajadah-sajadah penuh tetesan air mata.<br /></p>

<p>Baca Qur&#8217;an sesempatnya, tanpa memahami arti dan maknanya, apalagi meresapi hikmah yang terkandung di dalamnya. Ayat-ayat yang mengalir dari lidah ini tak sedikit pun membuat dada ini bergetar, padahal tanda-tanda orang beriman itu adalah &#8230;.. ketika dibacakan ayat-ayat Allah maka tergetarlah hatinya. Hanya satu dua lembar ayat yang sempat dibaca sehari, itu pun tidak rutin. Kadang lupa, kadang sibuk, kadang malas. Yang begini ngaku beriman?<br /></p>

<p>Tidak sedikit dari sahabat Rasulullah yang menahan nafas mereka .. untuk meredam getar yang menderu saat membaca ayat-ayat Allah. Sesekali mereka terhenti, &#8230;&#8230;tak melanjutkan bacaannya ketika mencoba menggali makna terdalam &#8230;. dari sebaris kalimat Allah yang baru saja dibacanya. Tak jarang mereka hiasi mushaf di tangan mereka dengan tetes air mata. Setiap tetes yang akan menjadi saksi di hadapan Allah &#8230;. bahwa mereka jatuh karena lidah-lidah indah yang melafazkan ayat-ayat Allah &#8230; dengan
pemahaman dan pengamalan tertinggi.<br /></p>

<p>Bersedekah jarang, begitu juga infak. Kalau pun ada, itu pun dipilih mata uang terkecil yang ada di dompet. Syukur-syukur kalau ada receh. Berbuat baik terhadap sesama juga jarang, paling-paling kalau sedang ada kegiatan bakti sosial, yah hitung-hitung ikut meramaikan. Sudahlah jarang beramal, amal yang paling mudah pun masih pelit, senyum. Apa sih susahnya senyum? Kalau sudah seperti ini, apa pantas berharap Kebaikan dan Kasih Allah?<br /></p>

<p>Rasulullah adalah manusia yang paling dirindui, senyum indahnya, tutur lembutnya, belai kasih dan perhatiannya, juga pembelaannya bukan semata miliki Khadijah, Aisyah, dan istri-istri beliau yang lain. Juga bukan teruntuk Fatimah dan anak-anak Rasulullah lainnya.Ia senantiasa penuh kasih dan tulus terhadap semua yang dijumpainya, .. bahkan kepada musuhnya sekalipun. Ia juga mengajarkan para sahabat untuk berlomba beramal shaleh, berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya dan sebaik-baiknya.<br /></p>

<p>Setiap hari ribut dengan tetangga. Kalau bukan sebelah kanan, &#8230;. ya tetangga sebelah kiri. Seringkali masalahnya cuma soal sepele dan remeh temeh, tapi permusuhan bisa berlangsung berhari-hari, kalau perlu ditambah sumpah tujuh turunan. Waktu demi waktu dihabiskan untuk menggunjingkan aib dan kejelekan saudara sendiri. Detik demi detik dada ini terus jengkel&#8230; setiap kali melihat keberhasilan orang dan berharap orang lain celaka &#8230; atau mendapatkan bencana. Sudah sedemikian pekatkah hati yang tertanam
dalam dada ini? Adakah pantas hati yang seperti ini bertemu dengan Allah dan Rasulullah kelak?<br /></p>

<p>Wajah indah Allah dijanjikan akan diperlihatkan hanya &#8230;. kepada orang-orang beriman yang masuk ke dalam surga Allah kelak. Tentu saja mereka yang berkesempatan hanyalah para pemilik wajah indah pula. Tak inginkah kita menjadi bagian kelompok yang dicintai Allah itu? Lalu kenapa masih terus bermuka masam terhadap saudara sendiri?<br /></p>

<p>Dengan adik tidak akur, kepada kakak tidak hormat. Terhadap orang tua kurang ajar, sering membantah, sering membuat kesal hati mereka, apalah lagi mendoakan mereka, mungkin tidak pernah.Padahal mereka tak butuh apa pun &#8230;selain sikap ramah penuh kasih dari anak-anak yang telah mereka besarkan&#8230; dengan segenap cinta. Cinta yang berhias peluh, air mata, juga darah. Orang-orang seperti kita ini, apa pantas berharap surga Allah?<br /></p>

<p>Dari ridha orang tua lah, ridha Allah diraih. Kaki mulia ibu lah yang disebut-sebut tempat kita merengkuh surga. Bukankah Rasulullah yang tak beribu memerintahkan untuk berbakti kepada ibu, bahkan tiga kali beliau menyebut nama ibu sebelum kemudian nama Ayah? Bukankah seharusnya kita lebih bersyukur saat&#8230;&#8230; masih bisa mendapati tangan lembut untuk dikecup, kaki mulia tempat bersimpuh, dan wajah teduh yang teramat hangat
dan menyejukkan? Karena begitu banyak orang-orang yang tak lagi mendapatkan
kesempatan itu. Ataukah harus menunggu Allah memanggil orang-orang terkasih itu&#8230; hingga kita baru merasa benar-benar membutuhkan kehadiran mereka?<br /></p>

<p>Jangan tunggu penyesalan. &#8230;..<br />
Bagaimanakah sikap kita ketika bersimpuh di pangkuan orang tua &#8230;. ketika iedul Fitri yang baru berlalu &#8230;.??? Apakah hari itu&#8230;.hanya hari biasa yang dibiarkan berlalu tanpa makna&#8230;&#8230;&#8230;??? Apakah siang harinya&#8230;.kita sudah mengantuk&#8230;.dan akhirnya tertidur lelap&#8230;? Apakah kita merasa sulit tuk meneteskan air mata&#8230;??? atau bahkan kita menganggap cengeng&#8230;&#8230;??? sampai sekeras itukah hati kita&#8230;.??? Ya&#8230;Allah &#8230;..ya Rabb-ku&#8230;&#8230;jangan Kau paling hati kami menjadi hati yg keras&#8230;&#8230;, sehingga meneteskan air matapun susah&#8230;&#8230;. merasa bersih&#8230;&#8230;merasa suci&#8230;. merasa tak bersalah&#8230;&#8230;merasa tak butuh orang lain&#8230;&#8230; merasa modernis&#8230;..Idealis dan visionis&#8230;&#8230;&#8230; Padahal dibalik cermin masa depan yang kami banggakan&#8230;.. terlukis bayang hampa tanpa makna&#8230;..dan
kebahagiaan semu penuh ragu&#8230;.. Astaghfirullaah &#8230;&#8230;Yaa Allah&#8230;ampunilah segenap khilaf kami. Amin<br /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://raderi.blogsome.com/2005/12/24/apa-pantas-kita-berharap-surga/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Jangan Menikah karena&#8230;.??</title>
		<link>http://raderi.blogsome.com/2005/12/24/jangan-menikah-karena/</link>
		<comments>http://raderi.blogsome.com/2005/12/24/jangan-menikah-karena/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Dec 2005 01:54:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ama</dc:creator>
		
	<category>Renungan</category>
		<guid>http://raderi.blogsome.com/2005/12/24/jangan-menikah-karena/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Harta
Tidak ada gunanya hidup bergelimangan harta tanpa cinta. Harta dapat datang dan pergi setiap saat. &#8220;Cinta&#8221; yang sesat dan sesaat dapat diperoleh setiap saat, tapi cinta yang sejati tidak dapat dibeli dengan harta.
Perasaan Asmara
Rasa tertarik, simpati, naksir, yang merupakan asmara yang sering disalahartikan sebagai cinta. Asmara itu bukan cinta. Asmara dapat cepat berubah oleh rupa, [...]</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ol>
<li><p>Harta<br />
Tidak ada gunanya hidup bergelimangan harta tanpa cinta. Harta dapat datang dan pergi setiap saat. &#8220;Cinta&#8221; yang sesat dan sesaat dapat diperoleh setiap saat, tapi cinta yang sejati tidak dapat dibeli dengan harta.<br /><a id="more-38"></a></p></li>
<li><p>Perasaan Asmara<br />
Rasa tertarik, simpati, naksir, yang merupakan asmara yang sering disalahartikan sebagai cinta. Asmara itu bukan cinta. Asmara dapat cepat berubah oleh rupa, harta, tempat dan keadaan. Asmara itu buta, tidak tahan lama dan tidak tahan uji. Cinta perlu diuji dalam suka dan duka dengan mata terbuka.<br /></p></li>
<li><p>Rupa Saja<br />
Kecantikan yang diluar memang indah, tapi dapat luntur termakan umur. Utamakanlah kecantikan yang di dalam.<br /></p></li>
<li><p>Rasa Iba<br />
lba (rasa kasihan) memang baik dan harus ada dalam hidup kita, tapi tidak boleh menjadi dasar pernikahan. Kasihan dapat habis, tapi kasih tidak berkesudahan. Dasar pernikahan adalah kasih, bukan kasihan..<br /></p></li>
<li><p>Untuk Kepuasan Sex Saja <br />
Memang sex suci dan penting dalam hubungan suami - istri, namun tidak boleh menjadi tujuan utama dari pernikahan. Sex hanyalah salah satu bagian dari pernikahan. Orang yang hanya mengejar kenikmatan sex akan kecewa dan terjerat oleh kesusahan yang diciptakannya sendiri.<br /></p></li>
<li><p>Paksaan Keluarga<br />
Seorang anak harus patuh kepada keluarga, namun tidak boleh menyerah dalam hal nikah, 
kalau mereka memang salah dan anda benar. Berdoalah dan berikanlah penjelasan kepada 
mereka, jangan dengan kekerasan.<br /></p></li>
<li><p>Desakan Usia<br />
Bila usia sudah menjelang senja dan rekan - rekan sudah berpasangan, orang akan mulai gelisah (terutama pada wanita). Banyak orang akhimya &#8220;asal tabrak dan sikat.&#8221;Hindarilah 
tindakan tersebut. Sabarlah dan yakinilah bahwa Tuhan sudah menyediakan yang terbaik untuk anda. Jangan takut kehabisan jatah dan kadaluarsa.<br /></p></li>
<li><p>Untuk Membalas Jasa<br />
Orang yang telah berbuat baik perlu dibalas, tapi jangan dengan pernikahan.<br /></p></li>
</ol>

<p>Salah satu hal lain yang tidak boleh dilupakan, dan merupakan yang terpenting adalah jangan menikah tanpa pengertian dan persiapan dengan tindakan yang nyata.<br />
Menikahlah menurut pola rencana Allah daripada salah dan mengundang derita. Yakinlah Allah  menciptakan manusia sepasang - sepasang. Tanpa persetujuan Allah, tidak mungkin manusia dapat bersatu !</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://raderi.blogsome.com/2005/12/24/jangan-menikah-karena/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Cinta</title>
		<link>http://raderi.blogsome.com/2005/10/23/kisah-cinta/</link>
		<comments>http://raderi.blogsome.com/2005/10/23/kisah-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Oct 2005 23:31:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ama</dc:creator>
		
	<category>Umum</category>
		<guid>http://raderi.blogsome.com/2005/10/23/kisah-cinta/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Seorang pria dan seorang gadis saling jatuh cinta dengan menggebu-gebu, mereka memutuskan untuk bertunangan. Itulah saat hadiah hadiah dipertukarkan. Si lelaki sangat miskin-satu-satunya kepunyaan yang paling berharga adalah sebuah arloji peningggalan kakeknya. Memikirkan rambut kekasihnya yang indah , ia memutuskan menjual arloji itu agar bisa membelikan gadisnya sebuah jepitan rambut perak. Si gadis pun tak [...]</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang pria dan seorang gadis saling jatuh cinta dengan menggebu-gebu, mereka memutuskan untuk bertunangan. Itulah saat hadiah hadiah dipertukarkan. Si lelaki sangat miskin-satu-satunya kepunyaan yang paling berharga adalah sebuah arloji peningggalan kakeknya. Memikirkan rambut kekasihnya yang indah , ia memutuskan menjual arloji itu agar bisa membelikan gadisnya sebuah jepitan rambut perak. Si gadis pun tak punya uang untuk membelikan sebuah hadiah. Ia pergi ke toko seorang saudagar besar di kotanya dan menjual rambutnya. Dengan uang yang didapat, ia membeli sebuah ban arloji dari emas untuk kekasihnya. Ketika mereka bertemu di pesta pertunangan si gadis memberikan si lelaki sebuah ban arloji yang telah dijual si lelaki, dan si lelaki memberikan si gadis sebuah jepitan rambut perak untuk rambutnya yang tak lagi ada.<br /></p>

<p>Bagaimana tanggapan kamu semua:::???<br /></p>

<p>Dari Buku Paulo Coelho.<br />
Di tepi sungai Piedra aku duduk &amp; tersedu<br />
Halaman 197-198<br /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://raderi.blogsome.com/2005/10/23/kisah-cinta/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Perselingkuhan, Memang Menyakitkan</title>
		<link>http://raderi.blogsome.com/2005/10/14/perselingkuhan-memang-menyakitkan/</link>
		<comments>http://raderi.blogsome.com/2005/10/14/perselingkuhan-memang-menyakitkan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Oct 2005 08:58:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ama</dc:creator>
		
	<category>Curhat</category>
		<guid>http://raderi.blogsome.com/2005/10/14/perselingkuhan-memang-menyakitkan/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Beberapa terakhir ini saya menerima curhat dari beberapa orang kawan yang berisikan tentang perasaan mereka yang hancur lebur akibat cinta.
Lho ? Kenapa cinta bisa membuat mereka merasa dirinya hancur lebur ? Sedangkan yang saya tahu, bahwa cinta itu selalu membahagiakan. Hidup tanpa cinta adalah hampa rasanya. Tapi mengapa mereka merasakannya seperti itu ?
Oh..ternyata mereka mengalami [...]</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa terakhir ini saya menerima curhat dari beberapa orang kawan yang berisikan tentang perasaan mereka yang hancur lebur akibat cinta.
Lho ? Kenapa cinta bisa membuat mereka merasa dirinya hancur lebur ? Sedangkan yang saya tahu, bahwa cinta itu selalu membahagiakan. Hidup tanpa cinta adalah hampa rasanya. Tapi mengapa mereka merasakannya seperti itu ?<br /><a id="more-36"></a>
Oh..ternyata mereka mengalami pengkhianatan cinta. Pengkhinatan yang membuat mereka terpuruk dalam jurang kesedihan, jurang kehampaan, sakit hati, dendam dan amarah menjadi satu, bergabung di dalam relung-relung hati mereka. Yah..mereka merasa terselingkuhi oleh pasangan mereka. Pasangan yang benar-benar mereka cintai, mereka sayangi dengan tulus lahir dan batin, tapi dengan teganya laksana tikaman pisau dari belakang yang menusuk jantung-jantung mereka, merobek hati mereka, memburaikan usus-usus dalam perut mereka, cinta dan sayang mereka yang begitu tulus akhirnya terkhianati.<br /></p>

<p>Mereka menangis kepada saya dan bertanya kepada saya, &#8221; Apa yang salah denganku ? AKu sudah sedemikian tulusnya mencintai dia dan menyayangi dia lahir dan batin. AKu sudah melakukanya yang terbaik untuk dia, tapi..dia tega mengkhianatiku cinta dan sayangku ini dengan cara demikian ?&#8221; Apa salahku Yung ??? Tolong, beritahu aku..beri tahu kekuranganku yang membuat dia melakukan hal ini kepadaku, membuat hidupku serasa hancur lebur, dan perasaanku hancur berkeping-keping !!&#8221;<br /></p>

<p>Saya termenung mendengarnya &#8230;&#8230;<br /></p>

<p>Saya merasakan airmatanya mengalir dari sela-sela kelopak matanya yang berselimutkan kesedihan dan penderitaan yang amat sangat. Isakan tangisnya yang tertahan akibat gejolak perasaannya yang begitu kuat, membuat saya semakin merasa tersudut dalam libatan kesedihannya dan penderitaaanya.<br />
Saya menarik napas dalam dalam, dan menghembuskannya kuat-kuat untuk sekedar mengurangi beban perasaan saya yang ikut terlibat di dalam perasaannya, mengikuti segala alur - alur dalam ceritanya, meresapi semua kesedihannya dan kepedihannya. Sakit memang&#8230;amat sangat sakit&#8230;..pedih yang saya rasakan mengisi rongga-rongga dada saya&#8230;.<br />
Saya menerawang, tidak sanggup untuk berkata-kata mendengarkan segala macam curahan hatinya&#8230;<br /></p>

<p>Bagaimana seseorang yang memiliki cinta dan sayang yang begitu amat sangat tulus dan sejati, bagaimana dia dengan susah payahnya menjaga agar cinta dan kesetiaannya tetap terjaga di hatinya tetapi hancur hanya gara-gara sebuah perselingkuhan.<br />
Cinta sejati dan tulus yang berakhir dengan sakit hati dan penderitaan, yang berbuah dendam tentu amat sangat menyesakkan bagi yang mengalaminya. Saya menyadari, orang yang melakukan perselingkuhan sama sekali tidak merasakan apa yang dirasakan oleh orang yang diselingkuhi. Orang yang melakukan perselingkuhan, sama sekali tidak bisa merasakan sakitnya perasaan, hancurnya jiwa, pedihnya penderitaan batin&#8230;.saya amat sangat meyakini hal itu.<br /></p>

<p>Bagaimana sebuah perasaan tidak hancur, apabila melihat seseorang yang amat sangat dicintai, mencintai orang lain. Bagaimana tidak sakit perasaan, jika melihat orang yang disayangi , menyayangi orang lain. Bagaimana tidak terpuruk, jika ternyata perasaan setia yang kita jaga benar-benar dalam hati kita paling dalam, ternoda oleh sebuah pengkhianatan cinta&#8230;.<br /></p>

<p>Saya mengerti teman&#8230;.<br />
Saya pahami perasaaanmu&#8230;.<br />
Saya amat sangat mengerti kesedihan dan kepedihanmu&#8230;.<br />
Saya amat sangat mengerti dan paham dengan apa yang kalian rasakan&#8230;.<br />
Yah&#8230;saya mengerti&#8230;&#8230;<br /></p>

<p>Bagi kita mungkin sebuah pengkhianatan adalah sebuah perbuatan yang tidak bisa dimaafkan. Karena, hati kita begitu terlukanya, hati kita begitu disakitinya. Luka ini tidak akan bisa sembuh oleh apapun, dan sampai kapanpun&#8230;<br /></p>

<p>Menurut orang bijak, luka di tubuh akibat goresan pisau, bisa sembuh dan kita lupakan sakitnya jika menggunakan obat merah atau betadine. Tapi luka dihati kita, tidak akan bisa sembuh oleh obat modern apapun, oleh dokter manapun. Meskipun berjuta-juta obat antibiotik dan obat anti infeksi membalur luka dalam hati kita, luka kita tidak akan mengering&#8230;luka dalam hati kita akan tetap ada. Tetap ada seumur hidup&#8230;.<br /></p>

<p>Tapi teman, kita jangan lemah&#8230;kita jangan kalah oleh perasaan itu. Jangan kita diperbudak oleh perasaan sakit hati kita dan dendam kita hingga rasa tersebut mengorbankan segalanya yang ada kita&#8230;<br />
Saya percaya, sudah banyak yang dikorbankan oleh teman-teman untuk menjaga perasaan cinta kalian dan sayang kalian kepada pasangan masing-masing. Sudah cukup&#8230;biarlah, ikhklaskan saja pengorbanan kita yang telah diberikan kepada pasangan-pasangan kita. Mereka sama sekali tidak mengerti, bahwa pengorbanan kita benar-benar tulus, behwa pengorbanan kita benar-benar melibatkan semua asa dan cita dalam hati kita, mengorbankan air mata, kehormatan, harga diri dan segalanya yang ada pada diri kita&#8230;<br />
Biarlah&#8230;biarkan mereka tidak mengerti dengan apa yang telah kita korbankan. Saya yakin, mata dan hati mereka tertutupi oleh rasa keegoisan dalam diri mereka.<br /></p>

<p>Teman, kita harus bangga kepada diri kita sendiri.<br />
Kenapa bangga ??<br /></p>

<p>Yah..kita harus bangga karena Tuhan memberikan kita kesempatan untuk memelihara cinta sejati dalam hati kita. Tuhan memberikan kesempatan pada kita untuk menjadi manusia yang memiliki sifat setia dan rela berkorban buat seseorang yang kita cintai. Yang mungkin tidak setiap orang memilikinya. Terutama adalah orang-orang yang mengecewakan kita. Mereka tidak punya Friend, percayalah&#8230;kita lebih mulia dari mereka dihadapan Tuhan. Kita lebih memiliki harga diri di depan Tuhan, dibandingkan mereka. Meskipun kadang kita banting harga diri kita demi mereka yang kita cintai, dan juga kita buang egoisme kita demi orang yang kita cintai dan kita sayangi, tapi teman&#8230;kita masih punya harga diri di depan Tuhan&#8230;.<br /></p>

<p>Teman&#8230;percayakah kalian kepada kata-kata ini ??<br /></p>

<p>&#8221; Tuhan tidak akan menutup mata terhadap perbuatan yang tidak baik, yang dilakukan kepada kita. Dan perbuatan tidak baik sekecil apapun akan memperoleh balasannya dari Tuhan &#8220;<br />
Teman, saya amat sangat percaya kepada hal itu. Amat sangat meyakininya dalam hati. Apalagi, pintu maaf kita yang saat ini belum terbuka untuk mereka. Pasti&#8230;saya yakin&#8230;suatu saat mereka akan memperoleh balasan. Balasan dari perbuatan mereka yang mengecewakan kita, membuat kita terpuruk dalam kesedihan, mengkhianati cinta kita, menyakiti perasaan kita. Percayalah Tuhan tidak akan menutup mata-Nya. Tuhan tidak pernah tidur !!!<br /></p>

<p>Teman, yang hanya bisa kita lakukan bagi orang yang pernah kita sayangi dan kita cintai adalah mendoakannya. Semoga mereka tidak mengalami apa yang telah kita rasakan, Semoga mereka tidak mengalami sakit hati dan hancurnya perasaan yang kita alami saat ini. Kita cuman bisa berdoa, mereka dan keturunan-keturunannya jangan sampai merasakan semua yang kita rasakan dan kita alami ini. Karena, percuma&#8230;sakit hati dalam hati ini tidak akan pernah lekang oleh waktu..selamanya sampai ajal menjemput tubuh kita yang lelah ini&#8230;.<br />
Dan semoga Tuhan mengampuni mereka, meskipun pintu maaf kita belum terbuka seutuhnya&#8230;<br /></p>

<p>So Friend&#8230;cheer Up&#8230;semua sudah ada yang mengaturnya&#8230; Mari kita taklukkan masa lalu kita, agar kita bisa mengendalikan masa depan kita.<br /></p>

<p>Yah..masa depan kita&#8230;.hanya kita sendiri yang bisa mengendalikannya&#8230;.<br /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://raderi.blogsome.com/2005/10/14/perselingkuhan-memang-menyakitkan/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Semoga Bermanfaat</title>
		<link>http://raderi.blogsome.com/2005/10/11/semoga-bermanfaat/</link>
		<comments>http://raderi.blogsome.com/2005/10/11/semoga-bermanfaat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Oct 2005 05:23:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ama</dc:creator>
		
	<category>Renungan</category>
		<guid>http://raderi.blogsome.com/2005/10/11/semoga-bermanfaat/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Alkisah, suatu ketika Nabi Muhammad SAW dan sahabatnya Ali berjalan bersama. Sementara berjalan, mereka bertemu dengan seorang pria yang kemudian mulai menghina Ali dengan kata-kata kasar.
Ali menahan diri beberapa saat, Tetapi kemudian hilanglah kesabarannya. Maka Ia mulai membalas perlakuannya itu. Ketika Nabi Muhammad menyaksikan bahwa Ali membalas penghinaan dengan penghinaan, ia pergi meninggalkan kedua orang [...]</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alkisah, suatu ketika Nabi Muhammad SAW dan sahabatnya Ali berjalan bersama. Sementara berjalan, mereka bertemu dengan seorang pria yang kemudian mulai menghina Ali dengan kata-kata kasar.<br /><a id="more-34"></a>
Ali menahan diri beberapa saat, Tetapi kemudian hilanglah kesabarannya. Maka Ia mulai membalas perlakuannya itu. Ketika Nabi Muhammad menyaksikan bahwa Ali membalas penghinaan dengan penghinaan, ia pergi meninggalkan kedua orang yang bertengkar itu agar menyelesaikan sendiri perbedaan itu semampu mereka.<br />
Beberapa waktu kemudian, ketika Ali bertemu kembali dengan Nabi Muhammad, Ali menggerutu &#8221; Mengapa Nabi meninggalkan saya sendirian menghadapi penghinaan itu ? &#8220;<br />
Nabi menjawab, &#8221; Sahabatku, ketika orang berwatak kasar itu menghina engkau dan engkau diam, ada sepuluh malaikat melindungimu dan berpihak kepadamu. Tetapi ketika engkau mulai berbalik menghinanya, malaikat-malaikat itu meninggalkan engkau. Maka aku juga memutuskan untuk meninggalkan Engkau &#8220;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://raderi.blogsome.com/2005/10/11/semoga-bermanfaat/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>ANALOGI YANG MENGAGUMKAN !</title>
		<link>http://raderi.blogsome.com/2005/10/11/analogi-yang-mengagumkan/</link>
		<comments>http://raderi.blogsome.com/2005/10/11/analogi-yang-mengagumkan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Oct 2005 23:57:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ama</dc:creator>
		
	<category>Renungan</category>
		<guid>http://raderi.blogsome.com/2005/10/11/analogi-yang-mengagumkan/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat. Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan,dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan. Si tukang cukur bilang,&#8221;
  Saya tidak percaya Tuhan itu ada&#8221;.
  &#8220;Kenapa [...]</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat. Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan,dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan. Si tukang cukur bilang,&#8221;
  Saya tidak percaya Tuhan itu ada&#8221;.<br /><a id="more-33"></a>
  &#8220;Kenapa kamu berkata begitu ???&#8221; timpal si konsumen.<br />
  &#8220;Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, di jalanan&#8230;. untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada. Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada, Adakah yang sakit??Adakah anak terlantar?? Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi.&#8221;<br />
  Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat. Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur. Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang,berombak kasar mlungker-mlungker-istilah jawa-nya&#8221;, kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata,
&#8221; Kamu tahu,sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR.&#8221;<br />
  Si tukang cukur tidak terima,&#8221; Kamu kok bisa bilang begitu ??&#8221;.&#8221;Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!&#8221;<br />
  &#8220;Tidak!&#8221; elak si konsumen. &#8220;Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada,tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana&#8221;, si konsumen menambahkan.<br />
  &#8220;Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!&#8221;, sanggah si tukang cukur. &#8221; Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya&#8221;, jawab si tukang cukur membela diri.<br />
  &#8220;Cocok!&#8221;-kata si konsumen menyetujui.&#8221;Itulah point utama-nya!. Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA !, Tapi apa yang terjadi&#8230; orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA. Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini.&#8221;<br />
  Si tukang cukur terbengong !!!!<br /></p>

<p>Bagaimana dengan anda, Apakah anda termasuk insan yang masih meragukan keberadaan Sang Khalik ???</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://raderi.blogsome.com/2005/10/11/analogi-yang-mengagumkan/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>RAJIN DI DALAM TA&#8217;AT - II</title>
		<link>http://raderi.blogsome.com/2005/10/04/rajin-di-dalam-taat-ii/</link>
		<comments>http://raderi.blogsome.com/2005/10/04/rajin-di-dalam-taat-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Oct 2005 04:57:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ama</dc:creator>
		
	<category>Umum</category>
		<guid>http://raderi.blogsome.com/2005/10/04/rajin-di-dalam-taat-ii/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Umar bin Al-Khothob r.a. berkata: &#8220;Adakan perhitungan untuk dirimu, sebelum
kami diperhitungkan (diminta perhitungan), karena yang demikian itu lebih
mudah dan ringan bagi hisabmu, dan pertimbangan dirimu sebelum kamu
ditimbang semua amal perbuatanmu, dan bersiap siaplah untuk berhadapan
kepada Allah yang Maha Besar : Yauma idzin tu&#8217;rodhuna laa takhfa minkum
khofiyah. (Pada saat itu kamu dihadapkan, dan tidak ada sesuatu [...]</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Umar bin Al-Khothob r.a. berkata: &#8220;Adakan perhitungan untuk dirimu, sebelum
kami diperhitungkan (diminta perhitungan), karena yang demikian itu lebih
mudah dan ringan bagi hisabmu, dan pertimbangan dirimu sebelum kamu
ditimbang semua amal perbuatanmu, dan bersiap siaplah untuk berhadapan
kepada Allah yang Maha Besar : Yauma idzin tu&#8217;rodhuna laa takhfa minkum
khofiyah. (Pada saat itu kamu dihadapkan, dan tidak ada sesuatu yang
tersembunyi dari padamu, walau sesamar samarnya.)&#8221; (Al-Haaqqoh 18).<br />
Yahya bin Mu&#8217;aadz berkata: Manusia ada tiga macam:<br />
1. Orang yang sibuk akherat sehingga melalaikan dunianya.<br />
2. Orang yang sibuk dunia sehingga melalaikan akheratnya<br />
3. Orang yang sibuk dengan dunia dan akherat.<br /><a id="more-30"></a>
Yang pertama: derajat orang orang yang untung dan ahli ibadat, yang kedua:
Tempat orang orang yang binasa. Yang ketiga: derajat orang yang spekulasi
(untung untungan).<br />
Hatim Azzahid berkata: Empat macam, tidak dimengerti nilainya
kecuali oleh empat. Nilai muda tidak diketahui kecuali oleh orang yang telah
tua. Nilai kesehatan tidak diketahui kecuali oleh orang yang sakit. Nilai
sejahtera (keselamatan) tidak diketahui kecuali oleh orang yang terkena
bala&#8217;. Nilai hidup tidak diketahui kecuali oleh orang yang sudah mati.<br />
Abul Laits berkata: Ini terambil dari sabda Nabi SAW:<br />
&#8220;Pergunakan kesempatan yang lima sebelum tibanya yang lima, mudamu sebelum
tua, dan sehatmu sebelum sakit, dan kayamu sebelum miskin, dan masa luang
sebelum sibuk, dan masa hidup sebelum mati.&#8221;<br />
Maka seharusnya seseorang mengerti nilai hidupnya dan mempergunakan tiap
saat yang tiba padanya, dan menanya bagaimana keadaanku di lain saat, lalu
memikirkan kemenyesalan orang orang yang telah mati, mereka ingin kembali
hidup sekedar untuk sembahyang dua raka&#8217;at, atau sekedar membaca Laa ilaaha
illallaah. Dan kini kamu sedang mencapai itu, maka rajin rajinlah dalam
ibadat sebelum tiba masa kemenyesalan.<br />
Hatim ketika ditanya: Atas dasar apa kamu beramal ? Jawab: atas empat:<br />
1. Saya mengetahui bahwa rezekiku tidak akan lari kepada orang lain,
sebagaimana rezeki orang lain tidak akan lari padaku, maka aku yakin dengan
itu.<br />
2. Saya mengetahui bahwa saya menanggung kewajiban yang tidak dapat
dikerjakan oleh orang lain, maka aku sibuk mengerjakannya.<br />
3. Saya mengetahui bahwa Allah melihat kepadaku di mana aku berada,
maka aku malu dari pada-Nya.<br />
4. Saya mengetahui bahwa ajalku akan tiba padaku, secara mendadak, maka
saya dahului dengan amal sebelum ia tiba.<br />
Abul Laits berkata: Mengejar ajal berarti bersiap siap dengan amal sholeh,
dan menjauhi dari larangan larangan Allah untuk menguatkan dan mencapai
khusnul khotimah pada akhir hidupnya.<br /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://raderi.blogsome.com/2005/10/04/rajin-di-dalam-taat-ii/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>SUKA,SAYANG,CINTA</title>
		<link>http://raderi.blogsome.com/2005/10/02/sukasayangcinta/</link>
		<comments>http://raderi.blogsome.com/2005/10/02/sukasayangcinta/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Oct 2005 08:20:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ama</dc:creator>
		
	<category>Curhat</category>
		<guid>http://raderi.blogsome.com/2005/10/02/sukasayangcinta/</guid>
		<description><![CDATA[<p>*Saat kau MENYUKAI seseorang, kau
inginmemilikinya untuk keegoisanmu sendiri.
*Saat kau MENYAYANGI seseorang, kau ingin
sekali membuatnya bahagia dan bukan untuk
dirimu sendiri.
*Saat kau MENCINTAI seseorang, kau akan
melakukan apapun untuk kebahagiaannya
walaupun kau harus mengorbankan jiwamu.
*Saat kau MENYUKAI seseorang dan berada
disisinya maka kau akan bertanya,&#8221;Bolehkah 
aku menciummu?&#8221;
*Saat kau MENYAYANGI seseorang dan berada
disisinya maka kau akan bertanya,&#8221;Bolehkah 
aku memelukmu?&#8221;
*Saat kau MENCINTAI [...]</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>*Saat kau <strong>MENYUKAI</strong> seseorang, kau
inginmemilikinya untuk keegoisanmu sendiri.<br />
*Saat kau <strong>MENYAYANGI</strong> seseorang, kau ingin
sekali membuatnya bahagia dan bukan untuk
dirimu sendiri.<br />
*Saat kau <strong>MENCINTAI</strong> seseorang, kau akan
melakukan apapun untuk kebahagiaannya
walaupun kau harus mengorbankan jiwamu.<br /><a id="more-29"></a>
*Saat kau <strong>MENYUKAI</strong> seseorang dan berada
disisinya maka kau akan bertanya,&#8221;Bolehkah 
aku menciummu?&#8221;<br />
*Saat kau <strong>MENYAYANGI</strong> seseorang dan berada
disisinya maka kau akan bertanya,&#8221;Bolehkah 
aku memelukmu?&#8221;<br />
*Saat kau <strong>MENCINTAI</strong> seseorang dan berada
disisinya maka kau akan menggenggam erat
tangannya&#8230;<br /></p>

<p>*<strong>SUKA</strong> adalah saat ia menangis, kau akan
 berkata &#8220;Sudahlah, jgn menangis.&#8221;<br />
*<strong>SAYANG</strong> adalah saat ia menangis dan kau 
akan menangis bersamanya.<br />
*<strong>CINTA</strong> adalah saat ia menangis dan kau akan
membiarkannya menangis dipundakmu sambil
 berkata, &#8220;Mari kita selesaikan masalah ini
bersama-sama.&#8221;<br /></p>

<p>*<strong>SUKA</strong> adalah saat kau melihatnya kau akan
berkata,&#8221;Ia sangat cantik dan menawan.&#8221;<br />
*<strong>SAYANG</strong> adalah saat kau melihatnya kau akan
melihatnya dari hatimu dan bukan matamu.<br />
*<strong>CINTA</strong> adalah saat kau melihatnya kau akan
berkata,&#8221;Buatku dia adalah anugerah terindah
yang pernah Tuhan berikan padaku..&#8221;<br /></p>

<p>*Pada saat orang yang kau <strong>SUKA</strong> menyakitimu,
maka kau akan marah dan tak mau lagi bicara padanya.<br />
*Pada saat orang yang kau <strong>SAYANG</strong>
menyakitimu, engkau akan menangis untuknya.<br />
*Pada saat orang yang kau <strong>CINTA </strong>menyakitimu,
kau akan berkata,&#8221;Tak apa dia hanya tak tau 
apa yang dia lakukan.&#8221;<br /></p>

<p>*Pada saat kau <strong>SUKA</strong> padanya, kau akan
<strong>MEMAKSANYA</strong> untuk menyukaimu.<br />
*Pada saat kau <strong>SAYANG</strong> padanya, kau akan
<strong>MEMBIARKANNYA MEMILIH</strong>.<br />
*Pada saat kau <strong>CINTA </strong>padanya, kau akan 
selalu <strong>MENANTINYA</strong> dengan setia dan tulus&#8230;<br /></p>

<p>*<strong>SUKA</strong> adalah kau akan menemaninya bila itu
menguntungkan.<br />
*<strong>SAYANG </strong>adalah kau akan menemaninya di 
saat dia membutuhkan.<br />
*<strong>CINTA</strong> adalah kau akan menemaninya di saat
bagaimana keadaanmu.<br /></p>

<p>*<strong>SUKA</strong> adalah hal yang menuntut.<br />
*<strong>SAYANG</strong> adalah hal memberi dan menerima.<br />
*<strong>CINTA</strong> adalah hal yang memberi dengan rela.<br /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://raderi.blogsome.com/2005/10/02/sukasayangcinta/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
	</channel>
</rss>
